Jumat, 13 Februari 2009

Prosedur Bekerja Sambil Belajar di New Zealand

Assalamualaikum, hai Pembaca. Salam rindu dari kami yang saat ini sedang jauh dari tanah air tercinta. Mohon maaf karena lama nggak muncul untuk nge-blog atau meng-upload. Mohon maaf juga kalau postingannya jadi junk-mail di email Anda.

Ada beberapa prosedural yang harus dipahami oleh beberapa teman yang mau berangkat ke New Zealand untuk studi, namun juga berharap bisa mendapatkan penghasilan sembari bekerja part time.

Berikut ini beberapa prosedurnya, semoga ada manfaatnya:





  1. Jika nilai TOEFL Anda di atas 500 atau IELTS di atas 5,0 maka mahasiswa/pelajar yang ingin berangkat ke New Zealand sangat dianjurkan (kalau saya mewajibkan, hehe...) untuk mengajukan Visa Student maka sekaligus mengajukan VOC (Visa Student yang sekaligus juga memberikan kesempatan siswa/student untuk bekerja part time 20 hours/week). Mengajukannya di saat masih di Indonesia aja, di Embassy New Zealand. Kalau sudah terlanjur kecemplung di New Zealand maka bisa mengajukan melalui sekolah/universitas tempat ia kuliah. Prosesnya sekitar 1 bulan, dengan kelengkapannya adalah: Visa, Pasport, Surat Pengantar dan Nilai TOEFL/IELTS asli. Biasanya sih bayar NZ$ 127. Detail tentang VOC bisa dibaca di sini http://www.migrationexpert.com/nz/Visa/Vocational-Trainee-Student-Visa-New-Zealand.asp. Tapi bahasa Inggris loh yah.
  2. Kalau nilai TOEFL dan IELTS di bawah standar di atas, maka sebaiknya test TOEFL/IELTS dulu di Indonesia agar bisa mencapai batas minimal, kalau yang kurang, yah jangan berharap dapat VOC. Itu bisa kita urus di NZ, tapi tetap harus ada skor TOEFL/IELTS sesuai standar minimal, jadi di NZ test IELTS aja. Biayanya sekitar NZ$ 290-an. Mahal kan?
  3. Kalau sudah punya VOC, kita urus dulu nomor IRD (lihat di http://www.ird.govt.nz). IRD itu semacam nomor pajak bagi orang yang sudah bekerja di New Zealand. Untuk memproses IRD, kita bisa mengurusnya di kantor pos NZ atau langsung ke kantor pajak. Sebaiknya bawa Letter of Offer (Surat yang menyatakan bahwa kita sudah diterima di lembaga pendidikan di NZ, kalau belum ada ya minta aja ke sekolah/kampus tempat kita belajar di NZ), SIM dan Pasport, kalau pake KTP AMA pasport aja biasanya nggak bisa. Pasport sama SIM (Driving Lisence biasanya sudah bisa, jadi nggak perlu bawa Letter of Offer. Jadi bersyukurlah yang sudah punya SIM (bisa SIM A, B, C). Prosesnya sekitar 10 hari kerja, tapi sebenarnya kita bisa dapat lebihh cepat asal rajin menelpon operator kantor pajaknya.
  4. Sudah dapat IRD, lalu bikin akun bank. Alias punya nomor rekening bank. Buka rekening bank di NZ gratis kok, nggak harus bayar seperti di Indonesia. Jadi lebih mudah. Satu sampai tiga jam paling sudah selesai, kecuali kita Oon-oon amat kagak bisa bahasa Inggris, hehehe....
  5. Lalu bikin CV, surat lamaran dan harus pake CV/Lamaran gaya NZ. Ringkes banget nggak kayak CV made in Indonesia, ntar saya upload deh contohnya yak.
  6. Lalu door to door nglamar pekerjaan deh. Yak kalauu mau canggih dikit pake internet, atau datang langsung ke tempat yang kita incer plus bawa CV-nya. Biasanya sekali dua kali kita belepotan ngomongnya karena masih asing dengan bahasa Inggris yang pas-pasan. Hehe....ini pengalaman pribadi.
  7. Tinggal menunggu deh, kalau diterima ya syukur kalau nggak ya syukur. Masak dari 20 CV dan lamaran yang kita sebar nggak ada yang nyangkut.
Yah itu dulu yah dari saya, soalnya istri sudah menunggu di belakang. Nggak tau mau ngajak apa. Makasih
Salam rindu selalu.


Senin, 02 Februari 2009

Akhirnya Sampai Juga di Wellington, New Zealand


Wellington, Kota Berangin yang Indah Minim Debu

Alhamdulillah, akhirnya kami berenam sampai juga di Wellington, New Zealand. Kota yang sepi, dimana harga mobil hanya Rp.4 jutaan tapi harga motor sampai puluhan juta. Jadi di sini harga mobil lebih murah ketimbang harga motor.

Kota Wellington lagi windy (berangin) soalnya lagi summer. Suhunya berkisar 25 derajat celcius, sejuk tapi panasnya juga terik. Kotanya tenang banget, hampir nggak ada traffic light di sini, semuanya benar-benar berdasarkan kesadaran pengemudi mobilnya. Jadi saat ada persimpangan, masing-masing pengemudi seakan sudah tahu harus memberikan kesempatan mobil yang lain untuk lewat.

Kemarin kami berangkat dari Jakarta jam 20.45 WIB. Bersama istriku tercinta kami dari Bojonggede diantar oleh ayah mertua, saudari kembar istriku dan adikknya.

Masuk imigrasi bayar fiskal Rp.2,5 juta. Sebenarnya bisa sih gratis dengan menunjukkan NPWP yang sudah dibuatkan oleh perusahaan tempatku bekerja dulu. Tapi dampaknya kalau aku kerja, gajiku di New Zealand bakalan kena potong pajak dengan standar pajak Indonesia. Akhirnya kami putuskan tidak pakai NPWP untuk bayar fiskal.

Sampai di depan ruang tunggu Qantas Airways kami masih bawa dua botol Aqua. Padahal membawa cairan lebih dari 200 mililiter dilarang masuk, jadi dua botol itu kami habiskan berdua dengan istri. Perut jadi kembung karena air.

Ini pertama kalinya kami naik Airbus. Pesawat lumayan gedhe dengan fasilitas yang cukup komplit. Nyaman.

Dari Jakarta sampai Sydney membutuhkan waktu 7 jam 40 menit. Jam 07.10 waktu Sydney kami tiba di Sydney, bandara yang menurutku masih bagusan Bandara Hassanudin Makassar. Pemeriksaan imigrasi dan barang bawaan ekstra ketat. Tas dibongkar, gunting dibuang dan laptop harus dikeluarkan dari tas untuk pemeriksaan. Nyebelin.

Jam 09.40 Sydney kami terbang menuju Wellington dengan lama penerbangan 2 jam 50 menitan. Jadi lumayan sih ga terlalu lama, soalnya sudah capek.

Kami tiba di Wellington, New Zealand jam 14.00 waktu setempat dan harus menjalani pemeriksaan bagasi lagi. Bagasi yang berisi makanan harus dibongkar, di Pilihannya ada tiga. Declare your bringing, or dispose your bringing into trash box.. dan yang terakhir kalau nggak ngaku Kena Denda NZ$ 200, kalau dirupiahin kira-kira ya Rp.1,5 jutaan.

Untungnya ada orang Indonesia yang jadi Officer untuk pemeriksaan bagasi kami. Terimakasih untuknya, soalnya kalau nggak dibantu makanan favoritku dan istriku bisa dibuang semua oleh Supervisornya. Oh iya, kalau bawa visa student tunjukkin aja, itu bisa mengurangi hukuman kok.

Saat postingan ini aku upload kami masih menginap di penampungan, kos-kosan mahasiswa yang dulu kuliah di Wellington juga. Besok mudah-mudahan sudah bisa tinggal di flat baru kami bersama empat teman lainnya.

Terus tadi temen dari Makassar yang sudah enam bulan di sini ngajak kami jalan-jalan sebentar. Ternyata di sini ada kebiasaan barang bekas pakai tapi masih layak pakai yang nggak dipakai lagi ama pemiliknya dibuang di tempat penampungan agar bisa dipakai orang lain yang membutuhkan. Bisa dicontoh nih kayaknya ma orang Indonesia.

Dari tempat itu kami mengambil 2 buah cangkir, 2 buah piring, 4 buku fiksi berbahasa Inggris dan itu gratis. Hehe..., kami jadi pemulung soalnya bekal kami memang terbatas.

Student Visa kami berlaku untuk tujuh bulan ke depan. Biaya kuliah sudah beres, tapi untuk biaya hidup ya harus cari sendiri dengan bekerja part time bersama istriku. Habis kuliah kami harus kerja.

Insya Allah foto-fotonya segera kami upload. Salam untuk teman-teman semua. Minta maaf kalau ada salah yah. Hehe....

Looking Around Wellington City


Looking Around Wellington City
Jalan-jalan Kesasar di Kota Wellington


Seperti yang saya bilang kemarin, kota Wellington memang windy, berangin banget. Saat ini lagi summer, suhu rata-rata 22-26 derajat celcius. Jadi cukup dingin untuk orang Indonesia. Kalau keluar maka pakailah jaket.
Saat summer maka akan ada perbedaan antara siang malam di Wellington dan Indonesia. Jika di Indonesia magrib jam 18.00-an maka kalau di Indonesia jam 21.00 baru magrib. Jam 17.00 di Wellington kayak jam 14.00 di Indonesia. Jam 07.00 pagi baru shalat subuh, masih gelap banget lagi. Orang-orang di sini cukup friendly, khususnya bagi para pendatang. Kesadaran akan peraturan yang ada sangat dihargai sehingga nggak perlu takut-takut saat berjalan berkeliling. Pagi tadi, jam 12.00 kami jalan-jalan keliling kota Wellington. Saya bersama istri tercinta, lalu ditemani Putri jalan-jalan menuju kampus. Beberapa kali kesasar. Akhirnya ya banyak tanya-tanya sama warga asli sana. Akhirnya sampai juga deh di tempat tujuan. Kami sempat berkunjung ke beberapa tempat, di National War Memorial, Massey University, Victoria University, Making Future Happen lalu Wellington High School. Cukup bagus juga. Ada juga kok foto-foto terbaru kami. Dilihat yah. Makasih.
 

Adsense Camp

Link network:

Your Ad Here

BlogCatalog

My Blog List

Sponsored by

Links