Tampilkan postingan dengan label New Zealand. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label New Zealand. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Maret 2009

Kerja di Wellington? Buka Website ini yah

Assalamualaikum wr wb

Sudah lama nggak upload postingan, soalnya kemarin lagi ngubek-ubek mencoba daftar Google Adsense. Tapi dari 6 yang di apply, keenam-enamnya di tolak. Syukurlah... Enam kali belajar gagal. Alhamdulillah aplikasi yang ketujuh dan kedelapan diterima.

Pesan saya, jangan lupa mendownload link-link yang saya sediakan. Kalo teman2 mendownload melalui link-link yang saya sediakan di beberapa postingan saya bersyukur. Teman-teman mendownload, berarti saya dapat beberapa sen dollar. Hehe....

Kalo mau coba, klik aja download di sini. Itu isinya Peta Yogyakarta kok. Kan lumayan, kalo Anda download berarti bantu biaya kuliah saya.

Oh iya, dalam postingan kali ini saya ingin menyampaikan beberapa informasi tentang website-website yang menyediakan informasi tentang pekerjaan part time atau pekerjaan full time. Utamanya yang ada di New Zealand, dan Wellington pada khususnya. Di simak yah.

  1. TradeMe, untuk ini Anda bisa mendapatkan informasi pekerjaan part time dan full time di New Zealand. Kalik aja linknya di http://www.trademe.co.nz/category_index.htm#TradeMeJobs. Mudah kok, coba aja yah. Tinggal klik jenis jobnya, waktu kerjanya dan area kerjanya. Lumayan komplit deh, dari barang baru, barang bekas/second sampai tetek bengek yang aneh-aneh juga bisa Anda dapatkan dari TradeMe.
  2. Seek.co.nz, Anda bisa mengklik link ini http://www.seek.co.nz. Caranya nggak jauh beda dengan TradeMe.
  3. Job yang disediakan pemerintah New Zealand, ini sih jarang dibuka di sini. Tapi bisa menjadi alternatif. Klik aja di link ini yah http://www.careers.govt.nz/. Situs ini agak ribet sedikit, cuma kalo sudah biasa buka lama-lama juga enak kok.
  4. Student Job Search, disingkatnya SJS. Link ini memang dikhususkan untuk para student, buka aja di http://www.sjs.co.nz/. Anda tinggal masukkan kategori pekerjaan dan region/area yang Anda inginkan, lalu klik Search. Wuz...wuz...job akan keluar. Mudah-mudahan ada yang cocok dengan Anda.
  5. Ini namanya agak susah, tapi bisa Anda klik linknya di sini http://jobs.nzherald.co.nz/. Kalo yang ini saya baru buka beberapa kali, bisa dihitung dengan jari. Anda yang mencoba yah and then give me the info about that, okey?
  6. Nah, ini dari pemerintah lagi. Namanya http://www.jobs.govt.nz/. Coba yah. Hehe...
Makasih ya temen2.....

Wellington, Kota Berangin yang Indah Minim Debu

Alhamdulillah, akhirnya kami sudah dua bulan berada di Wellington, New Zealand. Kota yang sepi, dimana harga mobil hanya Rp.4 jutaan tapi harga motor sampai puluhan juta. Jadi di sini harga mobil lebih murah ketimbang harga motor.

Kota Wellington lagi windy (berangin) soalnya lagi autum (musim peralihan summer ke winter). Suhunya berkisar 12 derajat celcius, sejuk tapi panasnya juga terik. Kotanya tenang banget, hampir nggak ada traffic light di sini, semuanya benar-benar berdasarkan kesadaran pengemudi mobilnya. Jadi saat ada persimpangan, masing-masing pengemudi seakan sudah tahu harus memberikan kesempatan mobil yang lain untuk lewat.

Dua bulan lalu, tepatnya tanggal 31 Januari 2009 kami berangkat dari Jakarta jam 20.45 WIB. Bersama istriku tercinta kami dari Bojonggede diantar oleh ayah mertua, saudari kembar istriku dan adikknya. Sampai di sini jam 02.30 pm 1 Februari 2009.

Masuk imigrasi bayar fiskal Rp.2,5 juta. Sebenarnya bisa sih gratis dengan menunjukkan NPWP yang sudah dibuatkan oleh perusahaan tempatku bekerja dulu. Tapi dampaknya kalau aku kerja, gajiku di New Zealand bakalan kena potong pajak dengan standar pajak Indonesia. Akhirnya kami putuskan tidak pakai NPWP untuk bayar fiskal.

Sampai di depan ruang tunggu Qantas Airways kami masih bawa dua botol Aqua. Padahal membawa cairan lebih dari 200 mililiter dilarang masuk, jadi dua botol itu kami habiskan berdua dengan istri. Perut jadi kembung karena air.

Ini pertama kalinya kami naik Airbus. Pesawat lumayan gedhe dengan fasilitas yang cukup komplit. Nyaman.

Dari Jakarta sampai Sydney membutuhkan waktu 7 jam 40 menit. Jam 07.10 waktu Sydney kami tiba di Sydney, bandara yang menurutku masih bagusan Bandara Hassanudin Makassar. Pemeriksaan imigrasi dan barang bawaan ekstra ketat. Tas dibongkar, gunting dibuang dan laptop harus dikeluarkan dari tas untuk pemeriksaan. Nyebelin.

Jam 09.40 Sydney kami terbang menuju Wellington dengan lama penerbangan 2 jam 50 menitan. Jadi lumayan sih ga terlalu lama, soalnya sudah capek.

Kami tiba di Wellington, New Zealand jam 14.00 waktu setempat dan harus menjalani pemeriksaan bagasi lagi. Bagasi yang berisi makanan harus dibongkar, di Pilihannya ada tiga. Declare your bringing, or dispose your bringing into trash box.. dan yang terakhir kalau nggak ngaku Kena Denda NZ$ 200, kalau dirupiahin kira-kira ya Rp.1,5 jutaan.

Untungnya ada orang Indonesia yang jadi Officer untuk pemeriksaan bagasi kami. Terimakasih untuknya, soalnya kalau nggak dibantu makanan favoritku dan istriku bisa dibuang semua oleh Supervisornya. Oh iya, kalau bawa visa student tunjukkin aja, itu bisa mengurangi hukuman kok.

Saat postingan ini aku upload kami masih menginap di penampungan, kos-kosan mahasiswa yang dulu kuliah di Wellington juga. Besok mudah-mudahan sudah bisa tinggal di flat baru kami bersama empat teman lainnya.

Terus tadi temen dari Makassar yang sudah enam bulan di sini ngajak kami jalan-jalan sebentar. Ternyata di sini ada kebiasaan barang bekas pakai tapi masih layak pakai yang nggak dipakai lagi ama pemiliknya dibuang di tempat penampungan agar bisa dipakai orang lain yang membutuhkan. Bisa dicontoh nih kayaknya ma orang Indonesia.

Dari tempat itu kami mengambil 2 buah cangkir, 2 buah piring, 4 buku fiksi berbahasa Inggris dan itu gratis. Hehe..., kami jadi pemulung soalnya bekal kami memang terbatas.

Student Visa kami sampai kuliah kami selesai. Biaya kuliah sudah beres, tapi untuk biaya hidup ya harus cari sendiri dengan bekerja part time bersama istriku. Habis kuliah kami harus kerja.

Bagasi dan Pemeriksaannya di New Zealand

Declare your bringing, dispose or fine (denda)

Hai kawan-kawan yang mau berangkat ke Wellington, New Zealand ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian. Terutama mengenai bawaan yang ada dalam bagasi dan yang akan dibawa naik ke dalam pesawat (tentengan). Pemeriksaan cukup ketat biasanya diberlakukan di bandara Syney dan Wellington (hampir semua wilayah New Zealand pemeriksaan bagasi sangat ketat). Nah, berikut ini beberapa saran yang bisa saya sampaikan, mudah-mudahan ada gunanya yah.

Masalah berat bagasi:

Secara umum, berat maksimum untuk bagasi adalah 20 kilogram dan tentengan 7 kilogram, meskipun kadang bisa ditolelir oleh pihak airlines jika tidak lebih dari 32 kilogram. Patokan 32 kilogram ini didasarkan pada kemampuan manusia mengangkat berat paling optimal ya sekitar 32 kiloan. Menurut saya sih nggak benar juga, soalnya orang Indonesia kan kecil-kecil dan kekuatan mengangkat bebannya kebanyakan kurang dari itu. Itu kan standar orang barat yang badannya segedhe-gedhe kulkas.

Jika lebih dari itu maka akan kena denda US$ 45, kalau dirupiahin mahal banget boo.. Jadi ada beberapa saran yang sudah sering dilakukan dan biasanya berhasil. Jika kita yakin bawaan kita melebihi kuota yang kita miliki, maka:
  1. Datanglah untuk check in lebih pagi/awal sehingga pemeriksaan berat bagasi tidak dilakukan secara ketat.
  2. Jika kita memakai visa student maka biasanya kelebihan bagasi di atas 20 kilogram tapi kurang dari 32 kilogram masih bisa diampuni oleh petugas check in bandara, maklum saja, student kan biasanya ngirit dan segala apa yang ada dari rumah diangkut semua. Ada mie, saos, kecap, magic jar, setrikaan dll. Weleh-weleh..., kayyak orang mau eksodus saja. Jadi petugas check in pun agak maklum. Kalau nggak maklum juga pasanglah wajah memelas dan berargumen yang masuk akal bahwa kita student dan benar-benar butuh itu.
  3. Kalau temen2 yang berangkat banyak orang maka bisa saling membantu atau bagi-bagi beban sehingga berat bagasi bisa sesuai standar.
  4. Kalau masih nggak ada jalan lain, bayarlah denda. Hehe....
Barang yang boleh dan tidak boleh di bawa, Declare, dispose or fine (denda):

Ini yang sering jadi pertanyaan pada temen2 cewek. Maklum saja mereka kan butuh banyak make up untuk dibawa. Minyak wangi, deodoran, hand body lotion, balsam, obat gosok, minyak kayu putih dll. Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian teman-teman, ini langkah-langkahnya:

  1. Cairan, obat-obatan dan makanan sebaiknya dimasukkan ke dalam bagasi pesawat. Begitu juga dengan alat-alat tajam seperti: gunting, pemotong kuku, pinset dan yang kira-kira tajam lainnya sebaiknya masukkan ke dalam bagasi. Soalnya saya kemarin bawa pemotong kuku kecil saja kedetect sama X-Ray di bandara Sydney, Australia. Pemotong kuku di minta petugas bandara dan tidak dikembalikan. Padahal transitnya cuma satu jam setengah.
  2. Kalau ada cairan yang ingin dibawa dalam tentengan masuk ke dalam pesawat, maka sebaiknya kurang dari 200 mililiter. Lha wong saya bawa air dua botol mau masuk ruang tunggu di bandara Sukarno Hatta saja nggak boleh, akhirnya saya dan istri kembung gara-gara minum air dua botol sekaligus. Ada juga teman yang membawa handbody lotion dalam tentengan, tapi akhirnya dispose (dibuang ke dalam keranjang sampah, sayang kan beli mahal-mahal).
  3. Jangan membawa sampel tanah dari negara asli, terutama yang menempel pada sepatu dan alat-alat olahraga. Kalau mau dibawa, cucilah dulu yang bersih dan tidak ada tanah yang masih menempel, atau petugas bandara Australia dan New Zealand akan membuang sepatu Anda.
  4. Declare semua barang yang Anda bawa jika menurut anda meragukan. Saat kita masuk pesawat dan pesawat akan transit di satu negara maka pramugari/ra akan memberikan check list isi bagasi kita. Barang2 yang menurut kita meragukan dan masuk dalam list pada checklist sebaiknya kita declare (beritahukan), atau kena denda cash NZ$ 200, ya kira-kira Rp. 1.200.000,00.
  5. Barang yang dianggap meragukan oleh New Zealand dan Australia antara lain: obat-obatan (harus membawa resep dokter kalau memang bawa obat, kecuali obat-obatan ringan), di larang membawa makanan basah (daging, sayur mentah, daging matang, sosis dsb).
  6. Kalau bawa makanan dari Indonesia, pilih yang kering saja dan ada kandungan isi makanannya (ingredient) apa saja. Kalau itu makanan kering buatan sendiri sebaiknya bungkus yang rapi dan ketik ingredients-nya apa saja, tempelkan pada makanan tersebut. Contohnya ada temen yang membawa Jahe bubuk maka cantumkan saja 100% jahe kalau memang nggak ada bahan lainnya. Dalam bahasa Inggris loh yah.
  7. Saat kita naik pesawat dari Sydney menuju Wellington, kita pasti diberi check list isi bagasi kita apa aja. Nah kalau ragu dengan bawaan kita berdasarkan check list yang diberikan, maka declare saja (artinya kita ragu/menyadari bahwa kita membawa barang yang menurut pemerintah setempat berbahaya, daripada dibuang atau didenda). Soalnya saat kita mau keluar dari bandara Wellington, seluruh isi bawaan (bagasi, tas dan tentengan) pasti dibongkar sama mereka dan ditanyain satu persatu. Capek kan.
Yah, itu dulu yah. Kalau ada yang perlu ditanyakan kontak saja yah melalui comment di bawah ini.

Sabtu, 14 Februari 2009

Pekerjaan Part time dan sewa flat di New Zealand

Pekerjaan Part time dan sewa flat di New Zealand

Assalamualaikum wr wb

Kemarin Jum'at, 6 Pebruari sedang public holiday karena ada Waitangi Day, Perayaan Nasional Hari Besar Maori. Jadi kuliah kami libur. Ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan.

Tentang flat/rumah tinggal:

Di Wellington, mengurus sewa rumah tinggal/flat bukanlah hal yang mudah karena harus:
  1. terlebih dahulu menunjukkan pasport/visa orang yang akan menempati kepada agen/landlord.
  2. Harus mempunyai account bank/rekening. Jadi saya sarankan, begitu sampai usahakan untuk segera membuat account bank.
  3. memerlukan proses minimal satu minggu untuk mendapatkan flat. Jadi kalau nggak dapat tumpangan tempat tinggal bersiap-siaplah untuk tidur di hotel/back packer dengan tarif minimal NZ$ 23/malam/orang.
  4. harga sewa cukup tinggi, minimal NZ$ 150/week/orang, kalaupun ada yang murah biasanya jauh dari kampus/sekolah. Uang garansi/bon/garansi harus dibayarkan sebesar 2 minggu pertama. Jadi secara tak langsung kita bayar 3 minggu di muka saat mau tinggal di flat tersebut
  5. Untuk flat, air PDAM biasanya gratis (disediakan dari pemerintah) dan sudah layak minum (kami pun biasa minum air kran). Listrik dan telepon (kalau ada) yang harus bayar.
Tentang pekerjaan part time:

Peraturan di NZ untuk student yang bekerja harus memiliki VOC, maka:
  1. Sebisa mungkin temen2 yang sekarang dalam proses pengurusan visa yang score TOEFL-nya diatas/minimal 500 atau IELTS level 5 sebaiknya diusahakan mendapatkan VOC dari Embassy New Zealand di Jakarta. Kalau di NZ bisa diurus oleh lembaga tempat anda kuliah/belajar. Tapi bayar NZ$ 120, sayang kan? Itu juga harus dengan test TOEFL/IELTS dulu.
  2. Pekerjaan di sini harus mencari sendiri, kalau ada temen/orang Indonesia yang sudah lama ada di sini biasanya bisa kita mintai bantuan untuk masalah training awal, membuat CV dan mengarahkan.
  3. Mental survival harus benar2 dimiliki. Memang ada beberapa contoh teman2 yang sukses dan surevive di sini, tapi juga ada yang gagal. Kita harus belajar dari kegagalan mereka dan lebih berhati-hati melangkah. Kalau yang rajin ikut kumpul2 sama temen2 biasanya lebih mudah dapat kerja karena link-nya banyak dan bisa sharing pekerjaan. Jadi banyak-banyaklah cari teman di sini.
  4. Rate gaji di sini minimal adalah NZ$12,5/hours (belum dipotong pajak), kalau sudah sertifikasi WELTEC (Wellington Institut of Technology) seperti teman saya yang sudah jadi Chef lulusan Weltec bisa di atas NZ$ 20/hours. Rata-rata student di sini bisa bekerja 3-4 jam perhari dan bisa masuk kerja setelah dua minggu berada di NZ. Satu minggu awal seperti kami masih perlu penyesuaian cuaca, pola hidup, pola jalan dan budaya lokal sini.
  5. Jika teman2 mempunyai sertifikasi keahlian/referensi kerja di Indonesia sebaiknya dibawa saja.
Tentang kuliah/pendidikan:

Budaya kuliah di sini sangat berbeda dengan di Indonesia, terutama untuk beberapa hal:
  1. Punctual, harus tepat waktu saat datang.
  2. Kalau ingin kuliah maka uang harus full dibayar di muka.
  3. Logat bahasa Inggris di sini beda banget dengan yang kita dengan di film2 Amerika, jadi jangan kaget yah. Logatnya lebih ke arah British English
  4. Untuk temen-temen yang ingin melihat dan membaca pengalaman kami di NZ jangan lupa membuka blog kami di: http://andoyoandoyo.multiply.com dan http://andoyoanny.blogspot.com. Hehe...promosi yak.
Kami rasa cukup itu aja dulu yah, mudah-mudahan bisa disampaikan kepada teman-teman. Kami senang banget ada di sini. Alamnya indah dan banyak pengalaman baru, tantangan ke depan sedang menunggu. Salam rindu dari kami di New Zeland. Makasih

Website Cari Flat/Apartemen di New Zealand, Khususnya Wellington

Alamat website untuk cari flat/apartemen di Wellington, New Zealand

Ada beberapa kendala yang saya alami saat pertama datrang di Wellington, New Zealand. Salah satu yang paling krusial adalah masalah sewa flat/apartemen, map kota Wellington dan cari kerjaan part time sembari kuliah. Soalnya cari flat/apartmen di sini nggak seperti saat kita mencari kos di Indonesia.

Untuk website masalah pekerjaan dan lain-lain Insya Allah akan saya publikasikan lain waktu.

Blog yang saya tulis hari ini mudah-mudah bisa menjadi gambaran bagi teman2 yang mau berangkat menyusul kami di sini. Untuk awal ini masalah primer dulu, yaitu bagaimana menyewa apartemen/flat, bagaimana dan dimana? Dibaca yah dengan seksama.

Website untuk urusan Flat atau Apartemen:

Di New Zealand, ada beberapa agen yang bisa kita hubungi secara online melalui internet. Masing-masing agen memiliki karakteristik sendiri. Nah, ini di nama agen-agennya dan alamat websitenya.

  1. Quinovic Property Managemen, ini bisa Anda hubungi di alamat websitenya http://www.quinovic.co.nz. Tampilan pertama adalah defaultnya, lalu pilih menu Search Rental, ketik apartment, ketik jumlah kamar dan harga tinggal klik search terakhirnya. Muncul deh detailnya. Sistem pembayaran juga bisa Anda lihat di sana.
  2. Full House Management, ini bisa Anda hubungi di alamat websitenya http://www.fullhousemanagement.co.nz. Tampilan website ini lebih ringkas dan lebih mudah dimengerti. Begitu halaman pertama terbuka maka Anda tinggal klik To Let saja, maka akan muncul apartemen yang Anda ingin lihat. Mulai dari jumlah kamar, jumlah kamar mandi dan tempat parkit juga ada. Penjelasan detailnya ya tinggal klik saja item yang diinginkan.
  3. TradeMe, websitenya di http://www.trademe.co.nz. Nah untuk agen ini agak berbeda dengan kedua agen di atas. TradeMe bidang kerjanya lebih luas. Dari apartemen, rumah tinggal, komputer, mobil, sepeda butut, hape kelindes motor juga dijual di sini. Pokoknya komplit-plit ada di sini, maksud saya terkomplit di New Zealand untuk saat ini. Khusus untuk masalah rumah tinggal/apartemen pertama Anda buka websitenya, lalu pilih Browse, lalu pilih Real Estate, lalu pilih Commercial Property, lalu pilih Leases, lalu pilih kota Wellington (atau kota yang Anda inginkan), maka akan muncul list apartemen/flat yang akan Anda sewa komplit dengan foto, harga, jumlah bathrom dan bedrom dan lain-lain.
  4. Lambton Property Management, websitenya http://www.propertyman.co.nz. Setelah terbuka websitenya tinggal pilih For Rent lalu klik daerah/kota yang mau disewa. Lebih simple kok, cuman agak ribet soalnya ditampilan satu persatu.
Yah, untuk saat ini, itu dulu yah. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Salam rindu dari temen2 di sini.

Jumat, 13 Februari 2009

Prosedur Bekerja Sambil Belajar di New Zealand

Assalamualaikum, hai Pembaca. Salam rindu dari kami yang saat ini sedang jauh dari tanah air tercinta. Mohon maaf karena lama nggak muncul untuk nge-blog atau meng-upload. Mohon maaf juga kalau postingannya jadi junk-mail di email Anda.

Ada beberapa prosedural yang harus dipahami oleh beberapa teman yang mau berangkat ke New Zealand untuk studi, namun juga berharap bisa mendapatkan penghasilan sembari bekerja part time.

Berikut ini beberapa prosedurnya, semoga ada manfaatnya:





  1. Jika nilai TOEFL Anda di atas 500 atau IELTS di atas 5,0 maka mahasiswa/pelajar yang ingin berangkat ke New Zealand sangat dianjurkan (kalau saya mewajibkan, hehe...) untuk mengajukan Visa Student maka sekaligus mengajukan VOC (Visa Student yang sekaligus juga memberikan kesempatan siswa/student untuk bekerja part time 20 hours/week). Mengajukannya di saat masih di Indonesia aja, di Embassy New Zealand. Kalau sudah terlanjur kecemplung di New Zealand maka bisa mengajukan melalui sekolah/universitas tempat ia kuliah. Prosesnya sekitar 1 bulan, dengan kelengkapannya adalah: Visa, Pasport, Surat Pengantar dan Nilai TOEFL/IELTS asli. Biasanya sih bayar NZ$ 127. Detail tentang VOC bisa dibaca di sini http://www.migrationexpert.com/nz/Visa/Vocational-Trainee-Student-Visa-New-Zealand.asp. Tapi bahasa Inggris loh yah.
  2. Kalau nilai TOEFL dan IELTS di bawah standar di atas, maka sebaiknya test TOEFL/IELTS dulu di Indonesia agar bisa mencapai batas minimal, kalau yang kurang, yah jangan berharap dapat VOC. Itu bisa kita urus di NZ, tapi tetap harus ada skor TOEFL/IELTS sesuai standar minimal, jadi di NZ test IELTS aja. Biayanya sekitar NZ$ 290-an. Mahal kan?
  3. Kalau sudah punya VOC, kita urus dulu nomor IRD (lihat di http://www.ird.govt.nz). IRD itu semacam nomor pajak bagi orang yang sudah bekerja di New Zealand. Untuk memproses IRD, kita bisa mengurusnya di kantor pos NZ atau langsung ke kantor pajak. Sebaiknya bawa Letter of Offer (Surat yang menyatakan bahwa kita sudah diterima di lembaga pendidikan di NZ, kalau belum ada ya minta aja ke sekolah/kampus tempat kita belajar di NZ), SIM dan Pasport, kalau pake KTP AMA pasport aja biasanya nggak bisa. Pasport sama SIM (Driving Lisence biasanya sudah bisa, jadi nggak perlu bawa Letter of Offer. Jadi bersyukurlah yang sudah punya SIM (bisa SIM A, B, C). Prosesnya sekitar 10 hari kerja, tapi sebenarnya kita bisa dapat lebihh cepat asal rajin menelpon operator kantor pajaknya.
  4. Sudah dapat IRD, lalu bikin akun bank. Alias punya nomor rekening bank. Buka rekening bank di NZ gratis kok, nggak harus bayar seperti di Indonesia. Jadi lebih mudah. Satu sampai tiga jam paling sudah selesai, kecuali kita Oon-oon amat kagak bisa bahasa Inggris, hehehe....
  5. Lalu bikin CV, surat lamaran dan harus pake CV/Lamaran gaya NZ. Ringkes banget nggak kayak CV made in Indonesia, ntar saya upload deh contohnya yak.
  6. Lalu door to door nglamar pekerjaan deh. Yak kalauu mau canggih dikit pake internet, atau datang langsung ke tempat yang kita incer plus bawa CV-nya. Biasanya sekali dua kali kita belepotan ngomongnya karena masih asing dengan bahasa Inggris yang pas-pasan. Hehe....ini pengalaman pribadi.
  7. Tinggal menunggu deh, kalau diterima ya syukur kalau nggak ya syukur. Masak dari 20 CV dan lamaran yang kita sebar nggak ada yang nyangkut.
Yah itu dulu yah dari saya, soalnya istri sudah menunggu di belakang. Nggak tau mau ngajak apa. Makasih
Salam rindu selalu.


 

Adsense Camp

Link network:

Your Ad Here

BlogCatalog

My Blog List

Sponsored by

Links