Sabtu, 04 April 2009

Halal Butcher, Wellington Selandia Baru

Halal dan haram, ini adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa kita pisahkan jika kita hidup di negara yang notabene penduduknya bukan pemeluk agama Islam. Begitu pun yang saya rasakan di Selandia Baru. Dalam hal ini termasuk masalah daging, halal atau haram?

Halal, adalah wajib hukumnya bagi seorang muslim, termasuk dalam hal makan. 

Di kota Wellington, sebenarnya ada beberapa butcher (tukang potong hewan) yang bersertifikasi halal. Hanya saja yang saya tahu baru di sub urban Kilbirnie dan Newtown. Kalau yang Kilbirnie ini jelas, karena banyak warga keturunan Arab di daerah ini. Halal Bucther di Newtown adalah yang paling sering saya kunjungi, soalnya dekat sama flat saya, sekitar 10 menit jalan kaki.

Terletak di Riddiford Street, tidak jauh dari Wellington Hospital. Jalan kaki dari rumah sakit ini sekitar 2 menitan paling juga sampai. Harganya rata-rata juga lumayan lebih murah jika kita bandingkan beli di New World, salah satu toserba yang ada di Selandia Baru.

Pak n Save Tempat Belanja di Wellington New Zealand

Pak n Save Kilbirnie, ini tempat belanja yang masuk dalam kategori murah di Wellington, Selandia Baru. Terletak sekitar 20 menit naik bis dari kota Wellington, di daerah Sub urban Kilbirnie dan tidak jauh dari bandara.

Saya biasanya belanja ke sana sebelum atau sesudah habis shalat Jum'at di Masjid Kilbirnie. Beberapa memang lebih mahal, tapi yang jelas kebanyakan lebih murah.

Beberapa barang belanjaan yang murah adalah sayuran, bumbu-bumbu semacam bawang merah dan bawang putih, buah-buahan, dan juz buah. Harga detergen, alat-alat mandi (sabun, pasta gigi, sampho) biasanya juga lebih murah jika dibeli di sini.

Saya tidak menyarankan Anda belanja ke sini setiap hari jika tempat tinggal Anda berada dalam kota Wellington. Soalnya saya sendiri juga cuma pada hari Jum'at, soalnya sekalian sholat Jum'at. 

Kamis, 02 April 2009

Bapak Ibu tercinta, I love them

Sumberejo, Japah, dan Blora. Aku merindukan mereka, merindukan Ayah dan Ibuku serta adik kecilku Wandono.

Kakak perempuanku bilang bahwa Bapak minggu ini sedang pergi ke Ambon menemani adiknya, Pamanku, Lik Sadik. Sepertinya untuk urusan bisnis adiknya yang saat ini mulai tumbuh lagi.

Ibuku adalah seorang wanita Jawa yang lembut terhadap anak-anaknya, namun keras dalam menetapkan aturan. Ibu yang bisa mengerjakan pekerjaan multi task, kadang sebagai ayah saat Bapak sedang pergi keluar kota. Bapak lebih bersifat memberikan kebebasan pada anak-anaknya, jika menurutmu apa yang kamu lakukan benar, lakukanlah. Saya masih ingat saat Bapak marah besar dan mencambuk saya dengan cambuk rotan. Saya tak berani pulang, orang sekampung akhirnya mencari saya.

Sudah hampir 6 bulan kami tak bertatap muka dengan mereka. Mudah-mudahan saja Allah memberikan kesehatan pada mereka. Terakhir kami pergi ke sana adalah saat Lebaran 2008. Saya dari Surabaya menuju ke Semarang dan istri dari Jakarta menuju ke Semarang. Kami berdua akhirnya menginap di hotel Surya Semarang sebelum pulang ke Sumberejo Blora.
 

Adsense Camp

Link network:

Your Ad Here

BlogCatalog

My Blog List

Sponsored by

Links